Feeds:
Posts
Comments

burung hantu

Seperti hari-hari biasanya pagi ini aku pergi ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. seperti biasanya saya hanya jalan sendiri dan di jalan mesti ketemu ama orang yang sama, gadis penjaga toko, tapi aku gak perna h menyapanya meski sebelumnya aku pernah bertemu dengannya sekali di toko tempat dia kerja dan ketemu ama seorang bapak yang ketika bertemu mesti menyapa saya lewat atas sepeda yang dia tumpangi. tapi hari ini ada yang berbeda, tidak seperti biasanya, aku tidak hanya bertemu gadis penjaga toko dan bapak-bapak yang selalu menyapaku setiap kali bertemu, pagi ini aku juga bertemu dengan seekor burung. ya….. benar, seekor burung, tepatnya dia adalah seekor burung hantu, burung hantu dari jenis Celepuk reban (Otus lempiji). burung ini aku temukan di pinggir jalan menuju runah.

Aku kasihan melihatnya sepertinya dia masih anak-anak, atau mungkun dia sedang terluka. tapi aku tidak melihat ada luka di tubuhnya. burung hantu

Kampungku

Kampungku

Inilah Rumahku

Seperti mimpi, setelah sekian lama aku meninggalkan kampung halamanku akhirnya aku bisa pulang dan bertemu dengan orang-orang yang ku sayang. dengan ayah, ibu, kakak, adik, ponakan,  dan keluarga yang lain.  senang rasanya bisa berkumpul lagi dengan mereka. ini adalah merupakan suatu kebahagian yang luar biasa bagiku setelah terpisah sekian lama kini akhirnya aku bisa berkupul lagi.

inilah wajah mereka

kampungku

keponakan-keponakanku

Lihatlah betapa senangnya mereka melihat kedatangan paman mereka yang telah lama meninggalkan mereka ke tanah rantauan.

Aku senang melihat mereka bisa tersenyum bahagia. kebahagiaan seperti yang ku  harapkan. berat rasanya harus meninggalkan mereka lagi. berat rasanya harus meninggalkan keluarga lagi. tapi harus pergi, pergi mengejar cita-citaku. agar aku kelak bisa membahagiakan kedua orang tuaku. aku ingin membalas jasa-jasa mereka kepadaku. aku ingin membalasnya dengan yang lebih baik…

aku ingin memberi yang terbaik untuk mereka… yang terbaik bagi mereka. Ayah, Ibu, doakan anak kalian ini agar bisa meraih cita-citanya. aku ingin menjadi anak yang bisa kau banggakan Ayah, Ibu. Doakanlah anak kalian ini menjadi yang terbaik…..

Ayah dan Ibuku tersayang

Ini adalah Ayah dan Ibuku

Ibu, Ayah, aku mencintai kalian…

SEJARAH DESA TASNAN

SEJARAH DESA

TASNAN

Oleh :

ABDULLAH

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Berdasarkan sebuah sejarah, Tasnan dahulu dikenal sebagai daerah yang berada di dataran tinggi yang berada di dekat pegunungan. Namun, daerah-daerah yang berada di pinggiran daerah Tasnan termasuk yang mengelilingi daerah Tasnan, adalah daerah yang berada di dataran rendah sehingga dahulu, orang-orang pinggiran menganggap daerah Tasnan adalah daerah Tas Entasan atau biasa disebut Sefaram daerah Lewatan. Karena zaman dahulu sering terjadi banjir dan lahar kemana-mana sehingga masyarakat di dataran rendah melewati daerah Tasnan atau yang disebut sekarang Desa Tasnan yaitu pelindung dari arus air yang merendam rumah-rumah dan lahan mereka. Desa Tasnan dimanfaatkan sebagai tempat berdiam bahkan menjadi tempat tinggal mereka selama banjir masih terus berlangsung. Sampai pada saatnya, gunung tak lagi meletus, banjir tak lagi menerjang / merendam rumah-rumah. Mereka sebagian pindah ke tempat semula, tapi kebanyakan mereka menetap di Tasnan, karena dan rasa takut mereka masih menyelimuti sebagian besar penduduk yang tertimpa bencana alam tersebut.

Sehingga sampai waktunya tiba, gunung tak lagi aktif mengeluarkan larva, banjir tak lagi terjadi, daerah Tasnan akhirnya menjadi pusat mata pencaharian sebagian penduduk yang bertempat tinggal maupun yang berasal dari daerah pinggiran. Karena Tasnan menjadi daerah yang subur, tanaman-tanaman hijau dan berbuah dimana-mana. Jadi penduduk yang bertempat tinggal terus melanjutkan hidup di sana, dari generasi ke generasi, hingga sampai sekarang.

Dalam masa sekarang  Desa Tasnan sudah cukup terkenal bahkan termasuk daerah pinggiran jalan raya tempat lewatan / jalur lalu lintas menuju Kota. Bahkan di Desa Tasnan dibangun sebuah tempat pariwisata yang tempatnya sangat strategis, indah, nyaman dan sangat terkenal. Bagi para pengunjung mereka merasa sangat senang apabila menikmati keindahan Desa Tasnan.

  1. Rumusan Masalah

Perumusan masalah perlu dilakukan karena bertujuan untuk mencegah kekaburan di dalam menafsirkan apa yang terkadung di dalam penelitian sekaligus digunakan sebagai landasan dalam langkah berikutnya.

Dalam penulisan karya ilmiah, perumusan masalah merupakan hal yang prinsipil dalam rangka menentukan atau memperoleh jawaban atas masalah yang diteliti.

Seorang pakar menjelaskan, masalah adalah “Kegiatan dari kebutuhan seorang untuk dipecahkan. Orang mengadakan penelitian karena ingin mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi”.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat diambil suatu pengertian bahwa masalah adalah  persoalan yang membutuhkan jawaban sebagai pemecahannya. Adapun masalah-masalah difokuskan sebagai berikut.

  1. Masalah Umum

Adakah peningkatan atau perkembangan baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya di Desa Tasnan?

  1. Sub Pokok Masalah
  1. Apakah penduduk setempat tetap mendukung atas kelestarian Desa Tasnan?
  2. Apakah pemerintah juga berpartisipasi dan menjaga keutuhan dasa maupun penduduk Desa Tasnan?
  3. Bagaimana langkah-langkah pemerintah selanjutnya untuk tetap mempertahannkan bahkan mengembangkan masa depan Desa Tasnan?
  1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan kunci dari kegiatan penelitian yang berfungsi mengarahkan terhadap apa yang dituju oleh peniliti, dalam hal ini Sukandarrumi berpendapat bahwa, penelitian adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan suatu Sistematika, Metodologi Ilmiah dengan tujuan untuk memperoleh sesuatu yang baru atau ahli dalam memecahkan suatu masalah yang setiap saat dapat timbul di masyarakat.

Dengan demikian peneliti bermaksud untuk mengetahui bagaimana dan sejauh mana Desa Tasnan berkembang dan bertahan dengan kelestarian Desa Tasnan. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah

  1. Tujuan Pokok

Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Fungsi-fungsi perangkat Desa Tasnan.

  1. Sub Pokok Masalah
  1. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan urgensi aplikasi manajemen perencanaan di Desa Tasnan.
  2. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan urgensi aplikasi manajemen pengelolaan di Desa Tasnan.
  3. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan urgensi aplikasi manajemen kepemimpinan di Desa Tasnan.
  4. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan urgensi aplikasi manajemen pengendalian/ Evaluasi di Desa Tasnan.
  1. Mamfaat penelitian

Dalam penelitian ini di harapkan memiliki manfaat bagi semua pihak yang antara lain:

  1. Bagi Peneliti

-         Penelitian ini merupakan media untuk menambah wawasan dan khazanah keilmuan bagi peneliti tentang kehidupan sebuah desa.

-         Sebagai wadah untuk proses dalam belajar penulisan karya ilmiah yang benar .

-         Selain itu masalah dalam penelitian ini sangat relevan dengan tugas yang sedang kami emban.

  1. Bagi Desa Tasnan

-         Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang membangun dan sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi upaya-upaya yang perlu ditempuh.

BAB II

PEMBAHASA

Untuk mempermudah dalam memahami pengertian dalam makalah ini, maka diperlukan adanya gambaran singkat yang dirumuskan dalam pembahasan.sehingga dirumuskan dalam pembahasan ini tidak ada sedikitpun kegamangan dalam penyusunannya.

Dalam bab ini akan dipaparkan laporan hasil penelitian ang berwujud data untuk mengetahui kebenaran yang telah diproleh. Selanjutnya dalam hasil laporan ini akan dicantumkan dan dipaparkan gambaran-gambaran kongkrit tentang obyek penelitian. Hal ini dimaksud untuk dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang obyek penelitian. Adapun pembahasan dalam makalah ini adalah:

  1. Keadaan Geografis

Desa Tasnan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gerujugan Kabupaten Bondowoso. Di Desa Tasnan ini mempunyai 5 Dusun.

Adapun jumlah penduduk Desa Tasnan Kecamatan Gerujugan sebanyak 4471 Jiwa dengan jumlah kepala keluarga 1148 keluarga. Desa ini memiliki luas 273,50 Ha dan berada diketinggian 447 m.

  1. Kependudukan

Keadaan penduduk Desa Tasnan Kecamatan Gerujugan Kabupaten Bondowoso berdasarkan monografi yang ada pada tahun 2009, 4471 jiwa sebagai mana pada tabel berikut:

No Penduduk Jumlah Keterangan
1 Laki-laki 2223
2 Perempuan 2248
Jumlah 4471
  1. Tata Pemrintahan

Desa Tasnan merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Gerujugan dengan dengan bagian-bagian tata pemerintah Desa sebagai berikut:

No Jenis Tata Pemerintahan Jumlah Keterangan
1 Dusun 5
2 Rukun Warga 5
3 Rukun Tetangga 17
  1. Keadaan Sosial

4.1  Keagamaan

Penduduk Desa Tasnan seluruhnya beragama Islam dan dapat dikatakan penduduk yang agamis karena 100% penduduknya aktif dalam beragama, hal ini juga dapat dilihat  dari sarana Peribadahan yang ada di Desa Tasnan sebagai berikut:

No Sarana peribadahan Jumlah
1 Masjid 6
2 Musholla 20
3 Pesantren 1

4.2  Kebudayaan

Dilihat  dari budaya masyarakat, masyarakat Desa Tasnan dapat dikatakan maju, hal ini dapat dilihat dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang didukung adanya lembaga pendidikan baik yang berbasis keagamaan maupun umum. Terdapat 1(satu) Pesantren, 2(dua) sekolah  menengah pertama (MTs dan SMP), 2(dua) sekolah menengah atas/Madrasah Aliyah (MA dan SMA) dan 2 (Dua) sekolah Dasar (SD), 1 (Satu) Madrasah Ibtidaiyah(MI). hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Tasnan terhadapPendidikan bisa dikatakan baik.

4.3   Perekonomian

Sebagian masyarakat Desa Tasnan adalah Petani bahkan dapat dikatakan  90% masyarakat hidup bertani, masyarakat Desa Tasnan Mayoritas bercocok tanam padi dan berternak Sapi.

4.4  Kesehatan

Pelayanan kesehatan di Desa Tasnan Kecamatan Gerujugan Kabupaten Bondowoso cukup baik, hal ini dapat dilihat dari struktur kesehatan yang ada di Desa Tasnan. Terdapat 1 buah posyandu ditiap Dusun, 2 puskesmas pembantu. Namun demikian dalam 1 tahun terakhir tercatat sekitar 53 warga menderita typus, 70 menderita muntaber 2 orang terserang demam  berdarah, yang hal ini tidak didukung oleh kesadaran masyarakat untuk senantiasa hidup bersih.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemanduan dari apa yang terkonsepsi dalam pengurain kerangka teoritic dengan hasil penelitian yang berdasarkan kondisi riil di lapangan, tentang kondisi manajmen yang diaplikasikan di Desa Tasnan maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Kesimpulan Umum

Fungsi Manajmen (Perencnaan, Pengelolaan, Kepemimpinan, serta pengendalian/Evaluasi) yang yang diaplikasikan di Desa Tasnan cukup baik karena dapat menunujang peroses perkembangan desa dan kehidupan masyarakat Desa Tasnan dengan baik. Meskipun masih banyak kekurangannya yang demikian itu masih lumrah atau wajar karena tidak ada yang sempurna secara mutlak di dunia ini selama hal tersebut mengganggu aktifitas demi perkembangan Desa Tasnan sebagaimana mestinya.

  1. Kesimpulan Khusus.
    1. Pemerintah

Dalam mengaplikasikan manajmen yaitu perencanaan yang memungkinkan terjadinya kerjasama yang Efektif, Komprehensif, pemerintah berusaha membatasi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan tenaga kerja agar nantinya perencanaan tersebut mudah dilaksanakan.

  1. Pemerintah dalam Pengelolaan

Pengadaan perangkat Desa (Karyawan) dilakukan oleh pemerintah langsung, sedangkan pengembangan dan pertahanan tetap dilakukan oleh desa dengan cara mengikut sertakan perangkat Desa.

  1. Kepemimpinan Desa Tasnan menggunakan tipe kepemimpinan situasional dan kondisional yang memungkinkan stabilitas dan kekondusipan desa tetap terjaga.
  2. Pengendalian/Evaluasi yang ada di Desa Tasnan menggunakan secara langsung, sedangkan bila dilihat dari pelaksanaannya hanya menggunakan internal saja dan mengesampingkan kritik eksternal padahal hal tersebut diperlukan untuk pengembangan suatu lembaga.
  3. Saran-Saran

Setelah dilakukan penelitian yang dituangkan dalam bentuk penulisan makalah, maka diakhir penulisan ini, peneliti ingin memberikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan Desa Tasnan selanjutnya. Saran-saran tersebut sebagai berikut:

  1. Kepala Desa Tasnan, sebagai penanggung jawab dari desa hendaknya lebih memperhatikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakn kegiatan desa dan harus selalu inovatif, kreatif untuk pengembangan desa kedepan.
  2. perangkat Desa/Staf Desa hendaknya kedisiplinan perlu ditingkatkan dan menjalankan tugas yang dibebankan dan juga perlu memperhatikan kondisi penduduk.
  3. penduduk desa, hendaknya lebih berpartisipasi dan selalu mendukung atas perkembangan Desa Tasnan untuk menopang kemajuan zaman di masa yang akan datang.

dinasti ayyubiyah

adam aja

asal

MAKALAH

DINASTI AYYUBIYAH

  1. PENDAHULUAN

Dinasti Ayyubiyah berdiri di atas puing-puing Dinasti Fatimiyah Syi’ah di Mesir. Di saat Mesir mengalami krisis di segala bidang maka orang-orang Nasrani memproklamirkan perang Salib melawan Islam, yang mana Mesir adalah salah satu Negara Islam yang diintai oleh Tentara Salib.

Shalahudin Al-Ayyubi seorang panglima tentara Islam tidak menghendaki Mesir jatuh ke tangan tentara Salib, maka dengan sigapnya Shalahudin mengadakan serangan ke Mesir untuk segera mengambil alih Mesir dari kekuasaan Fatimiyah yang jelas tidak akan mampu mempertahankan diri dari serangan Tentara Salib. Menyadari kelemahannya dinasti fatimiyah tidak banyak memberikan perlawanan, mereka lebih rela kekuasaannya diserahkan kepada shlalahudin dari pada diperbudak tentara salib yang kafir, maka sejak saat itu selesailah kekuasaan dinasti fatimiyahdi mesir, berpindah tangan ke Shalahudin Al-Ayyubi.

  1. PEMBAHASAN
  1. Kemunculan Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi

Jatuhnya kota Suci Baitul Maqdis ke tangan kaum Salib telah mengejutkan para pemimpin Islam. Mereka tidak menyangka kota Suci yang telah dikuasainya selama lebih 500 tahun itu bisa terlepas dalam sekejap mata. Mereka sadar akan kesalahan mereka karena terpecah belah. Para ulama telah berbincang dengan para Sultan, Amir dan Khalifah agar mengambil keputusa/tindakan dalam masalah ini.

Usaha mereka berhasil. Setiap penguasa negara Islam itu bersedia bergabung tenaga untuk merampas balik kota Suci tersebut. Di antara pemimpin yang paling gigih dalam usaha menghalau tentara Salib itu ialah Imamuddin Zanki dan diteruskan oleh anaknya Amir Nuruddin Zanki dengan dibantu oleh panglima Asasuddin Syirkuh.

Setelah hampir empat puluh tahun kaum Salib menduduki Baitul Maqdis, Shalahuddin Al-Ayyubi baru lahir ke dunia, yakni pada tahun 1138 Masehi. Keluarga Shalahuddin taat beragama dan berjiwa pahlawan. Ayahnya, Najmuddin Ayyub adalah seorang yang termasyhur dan beliau pulalah yang memberikan pendidikan awal kepada Shalahuddin.

Selain itu, Shalahuddin juga mendapat pendidikan dari ayah saudaranya Asasuddin Syirkuh seorang negarawan dan panglima perang Syria yang telah berhasil mengalahkan tentara Salib baik di Syria ataupun di Mesir. Dalam setiap peperangan yang dipimpin oleh panglima Asasuddin, Shalahuddin senantiasa ikut sebagai tentara pejuang sekalipun usianya masih muda.

Pada tahun 549 H/1154 M, panglima Asasuddin Syirkuh memimpin tentaranya merebut dan menguasai Damaskus. Shalahuddin yang ketika itu baru berusia 16 tahun turut serta sebagai pejuang. Pada tahun 558 H/1163 Masehi, panglima Asasuddin membawa Shalahuddin Al-Ayyubi yang ketika itu berusia 25 tahun untuk menundukkan Daulat Fatimiyah di Mesir yang diperintah oleh Aliran Syiah Ismailiyah yang semakin lemah.Usahanya berhasil. Khalifah Daulat Fatimiyah terakhir Adhid Lidinillah dipaksa oleh Asasuddin Syirkuh untuk menandatangani perjanjian. Akan tetapi, Wazir besar Shawar merasa cemburu melihat Syirkuh semakin populer di kalangan istana dan rakyat.

Dengan diam-diam dia pergi ke Baitul Maqdis dan meminta bantuan dari pasukan Salib untuk menghalau Syirkuh daripada berkuasa di Mesir. Pasukan Salib yang dipimpin oleh King Almeric dari Yerusalem menerima baik ajakan itu. Maka terjadilah pertempuran antara pasukan Asasuddin dengan King Almeric yang berakhir dengan kekalahan Asasuddin. Setelah menerima syarat-syarat damai dari kaum Salib, panglima Asasuddin dan Shalahuddin dibenarkan palung ke Damaskus.

Kerjasama Wazir besar Shawar dengan orang kafir itu telah menimbulkan kemarahan Amir Nuruddin Zanki dan para pemimpin Islam lainnya termasuk Baghdad. Lalu dipersiapkannya tentara yang besar yang tetap  dipimpin oleh panglima Syirkuh dan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menghukum si pengkhianat Shawar. King Almeric terburu-buru menyiapkan pasukannya untuk melindungi Wazir Shawar setelah mendengar kemaraan pasukan Islam. Akan tetapi Panglima Syirkuh kali ini bertindak lebih baik dan berhasil membinasakan pasukan King Almeric dan menghalaunya dari bumi Mesir dengan baib sekali.

Panglima Shirkuh dan Shalahuddin terus masuk ke ibu kota Kairo dan mendapat tentangan dari pasukan Wazir Shawar. Akan tetapi pasukan Shawar hanya dapat bertahan sebentar saja, dia sendiri melarikan diri dan bersembunyi. Khalifah Al-Adhid Lidinillah terpaksa menerima dan menyambut kedatangan panglima Syirkuh buat kali kedua.

Suatu hari panglima Shalahuddin Al-Ayyubi berziarah ke kuburan seorang wali Allah di Mesir, ternyata Wazir Besar Shawar dijumpai bersembunyi di situ. Shalahuddin segera menangkap Shawar, dibawa ke istana dan kemudian dihukum mati.

Khalifah Al-Adhid melantik panglima Asasuddin Syirkuh menjadi Wazir Besar menggantikan Shawar. Wazir Baru itu segera melakukan perbaikan dan pembersihan pada setiap institusi kerajaan secara berjenjang.  Sementara anak saudaranya, panglima Shalahuddin Al-Ayyubi diperintahkan membawa pasukannya mengadakan pembersihan di kota-kota sepanjang sungai Nil sehingga Assuan di sebelah utara dan bandar-bandar lain termasuk bandar perdagangan Iskandariah.

Dinasti ayyubiyah didirikan oleh Shalahudin Al-Ayyubi. Orang barat menyebutnya dengan saladin. Shalahudin terkenal sebagai seorang ahli perang yang mampu membendung arus serangan tentara salib. Pada mulanya shalahudin adalah seorang panglima perang dari kerajaan syam di bawah pemerintahan Sultan Nuruddin Zauki. Atas perintah Al-Zahir Nuruddin Zauki untuk mengirim pasukan di bawah pimpinan Syirkuh dan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk mengalahkan Pasukan Salib di Mesir. Syirkuh diangkat sebagai Wazir oleh Fatimiyah (544 H), tiga bulan kemudian Syirkuh meniggal dan digantikan oleh kemenakannya Shalahudin Al-Ayyubi. Pada tanggal 10 Muharram 567 H / 1171 M, Khlifah Al-Adid (Fatimiyah) wafat dan kekuasaannya berpindah ke tangan Shalahudin Al-Ayyubi.

Al-ayyubi diakui sebagai khalifah Mesir oleh Al-Muhtadi, dinasti Bani Abbas pada tahun 1175 M, kemudian Al-Ayyubi berhasil menguasai Aleppo dan Mosul.

Untuk mengantisipasi pemberontakan dari pengikut Fatimiyah  dan serangan dari Tentara Salib, Al-Ayyubi membangun benteng bukit di Mukattam, pusat pemerintahan dan Militer.

  1. Perang Salib dan Konflik Internal

Sebagian waktu al-ayyubi dihabiskan untuk menghalau tentara salib, sehingga mereka berhasil menguasai kota yerussalrem. Jatuhnya yerussalem ke tangan kaum muslim sangat memukul perasaan tentara salib sehingga mereka merencakan serangan balasan. Pasukan salib ini dipimpin oleh tiga raja, yaitu : Predrick Banbarossa, Raja Jerman, Richart The Lion Hart, Raja Inggris, dan Philiph Augustus, Raja Perancis, pasukan ini bergerak pada tahun 1189M yang mendapat tantangan berat dari Salah Al-Din, yang berhasil merebut Akka yang dijadikan lbu kota Latin. Namun mereka tidak berhasil memasuki Palelstina.

Pada tanggal 2 November 1192 M, dibuat perjanjian antara Salah Al-Din dengan Salib yang disebut dengan Shulh Al-Ramlah isi perjanjian tersebut adalah :

  1. Jerussalem tetap berada di tangan umat islam; dan umat Kristen diizinlkan untuk menziarahinya.
  2. Tentara salib akan tetap mempertahankan pantai Syiria dari Tyre sampai ke Jaffa
  3. Umat islam akan mengembalikan relic Kristen kepada orang Kristen.

Pada tahun 1199 M, al-ayyubi meninggal di damaskus, dan digantikan oleh saudaranya, sultan al-‘adil. Pada tahun 1218 M, al-‘adil meningga setelah kalah perang melawan pasukan salib dan kota dimyath jatuh ke tangan tentara salib. Setelah meninggal al-‘adil digantikan oleh oleh al-kamil.

Al-kamil melanjutkan perang melawan tentara salib. Akan tetapi, antara al-kamil  dengan saudaranya Al-mulk al-mu’azham (gubernur damaskus)terjadi konflik. Al-kamil merasa bahwa al-mu’azham akan menyingkirkannya. Oleh karena itu, al-kamil mengirim duta kepada Frederick barbarossa dengan menawarkan kerjasama dan jerussalem diijadikan sebagai imbalan atas bantuan frderick. Pada tahun 1229, disebut perjanjian antara al-kamil dengan Frederick. Isi perjanjian tersebut adalah :

  1. Jerussalen dengan Bethlehem, nazaret, dan rute haji ke jaffa dan acre akan menjai kekuasaan absolute kaisar, dengan pengecualian bahwa area masjit umar di jerussalem tetap menjadi milik terbatas bagi umat islam.
  2. Tawanan-tawanan Kristen dibebaskan
  3. Kaisar harus melindungi sultan dari serangan-serangan musuh
  4. Perjanjian ini berlaku selama dua tahun.

Stelah meninggal al-kamil digantikan oleh putranya, Abu Bakar dengan gelarnya Al-Adil II (berlangsung selama tiga tahun). Kepemimpinan Abu Bakar ditolak oleh saudaranya, Al-Malik Al-Shalih Najm Al-Din Ayyub. Budak-budak abu bakar besekongkol dengan Al-Malik Al-Shalih sehingga berhasil menjatuhkan Abu Bakar dan mengangkat Al-Malik Al-Shalih Najm Aldin Ayyub (1240-1249M) sebagai Sultan.

Selama Al-Malik Al-Shalih menjadi pemimpin, pamannya, Ismail bekerja sama dengan pimpinan pasukan salib. Frank mengepung Damaskus. Al-Malik dapat mematahkan konfras tersebut dan mengalahkan pasukan Frank di dekat Gaza.

  1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mendirikan tiga buah madrasah di kairo dan iskandariyah untuk mengembangkan Mazhab Sunni.

Al-Kamil mendirikan sekolah Tinggi Al-Kamiliyah yang sejajar dengan perguruan tinggi lainnya. Ibnu Khalikan menggambarkan bahwa Al-Kamil adalah pecinta Ilmu Pengetahuan, pelindung para Ilmuan, dan Seorang Muslim yang Bijaksana.

  1. Kemunduran dan Akhir Ayyubiyah

untuk mempertahankan kekuasaan, Al-Malik Al-Shalih mendatangkan budak-Budak dari Turki dalam jumlah besar untuk dilatih kemiliteran yang ditempatkan di dekat sungai Nil yang juga disebut Laut (Al-Bahr) seingga mereka disebut Mamluk Al-Bahr.

Setelah meninggal’ La-Malik Al-Shalih diganti oleh anaknya, Turansyah. Konflik terjadi antara Turansyah dengan Mamluk Bahr, Turansyah dianggap mengabaikan peran Mamluk Al-Bahr dan lebih mengutamakan tentara yang berasal dari Kurdi. Oleh karena itu Mamluk Al-Bahr di bawah pimpinan Baybars dan Izzudin Aybak melakukan kudeta terhadap Turansyah (1250 M). Turansyah pun terbunuh, maka berakhirlah dinasti Ayyubiyah.

  1. PENUTUP

Dari uraian di atas dapat kita mengambil kesimpulan, bahwasanya dinasti Ayyubiyah adalah dinasti yang berdiri di atas puing-puing dinasti fatimiayah yang tidak mampu menghalau kekuatan serangan tentara salib pada masa itu. Dinasti Ayyubiyah berkembang menjadi ninasti yang besar dan tangguh di bawah kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Shalahuddin al-ayyubi dengan sekuat tenaga bersama pasukannya menghalau tentara salib hingga kaum muslim menguasai kota Yerussalem.

Selain mempertahankan dan memperluas kekuasaan shalahuddin al-ayyubi juga mendirikan sarana pendidikan untuk generasi penerus. Dan khalifah setelahnya pun ada yang mendirikan perguruan tinggi.

Berakhirnya dinasti Ayyubiyah setelah terbunuhnya kahlifah terakhir karena adanya konflik antara Turansyah dengan Mamluk Bahr.

DAFTAR PUSTAKA

Mubarok, Jaih. 2004. Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Bani Kuraisy

Salabi,  Mahmud.  1993.  Shalahuddin  Al-Ayyubi.  Solo :  Cv.  Pustaka Mantiq

Yatim, Badri. 2003. Sejarah Peradaban Islam. Jakrta : PT. Raja Grafindo Persada

http://www. mail-archive. com/ islamkristen @ yahoogroups. com/ msg41445. html
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.